Kecewa, hal itulah satu-satunya
yang saya rasakan melihat perkembangan politik dan hukum di Indonesia
akhir-akhir ini. Saya sebetulnya bukanlah salah seorang yang berperan ataupun
dapat berperan untuk ‘dem-dem i’ (mendinginkan) persoalan politik dan hukum
yang sedang terjadi, saya adalah salah seorang warga biasa, salah seorang yang
menginginkan kemajuan yang berarti untuk melesatkan rangking korupsi Indonesia
yang berada pada tingkat nadir yang menghawatirkan. Untuk sekedar mengatakan
kepada dunia bahwa korupsi di Indonesia bisa dilenyapkan (dan memang harus
dilenyapkan) sehingga kita semua dapat mengangkat dagu kita dan berkata kepada
dunia bahwa ‘duri dalam daging’ yang bahkan berhasil merobohkan multinasional
company jaman baheula semacam VOC itu sudah kita berantas. Ketika penegakan
hukum yang sebenar-benarnya harus ditegakkan menjadi salah satu alat politik
yang terkesan saling menjatuhkan.
