Tampilkan postingan dengan label catatan kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2015

Kenapa Marxisme masih diminati? Dan Analisis generasi Young Punk


Puasa harusnya produktif! Itulah idealnya, namun ternyata puasa yang hari-hari terakhir ramadhan tahun 2015 dimana persediaan lemak sebagai cadangan makanan di daging tubuh semakin menipis membuat produktifitas menurun drastis, khususnya dalam bidang pemikiran dan tulis menulis seperti ini. Tenaga yang tersisa lebih diprioritaskan untuk kegiatan lain.
Sebelumnya ingat sebuah janji untuk sekedar menulis tentang teman-teman kelas CB di blog yang sederhana ini, sebagai pengingat kawan-kawan yang sudah berubah menjadi saudara tesebut kepada Eva. Iya deh nanti saya coba tulis, tapi temanya apa ya? Yang sesuai dengan minat saya di bidang ilmu sosial, ekonomi, filsafat, dan ilmu teman-temannya itu. Cerita tentang perjalanan dan dolen-dolen kita waktu kuliah? Ah tema tentang  nostalgia dan romantisme masa lalu itu kurang seru sepertinya.
Lama berselang akhirnya tema tulisan itu datang ketika ada acara buka bersama dengan kawan-kawan dan bertemu kembali dengan  Bu Pipit. Bu Pipit putri seorang dosen saya, Islamisme oriented  ketika masa kuliahnya sampai sekarang. Partner yang baik untuk diskusi sekadar membahas masalah Marxisme dan ke-islaman. Sekarang sudah menjadi ibu dari seorang putra yang manis. Setelah buber, mendekati saya sambil menggendong putranya. “Bob, PKI bangkit lagi di kampus-kampus ya?” Melongo sejenak. “Masak Bu Pipit? Tau darimana?” Singkat kata, ternyata Bu Pipit baru saja menghadiri sebuah acara di lingkungan kampus (sebuah kampus diluar kampus UB menurut Bu Pipit) dan ternyata ada beberapa narasumber (atau peserta?) yang mengungkit-ungkit lagi tema sosialisme dari Mbah Marx (Karl Marx). Dan tentunya dengan penjelasan disertai dengan semangat yang menggebu-gebu (menurut Bu Pipit), dan tentunya siapa lagi yang harus diberitahu ‘berita penting’ ini oleh Bu Pipit selain saya. Okelah.

Senin, 13 Oktober 2014

Pengalaman Mengatasi Error tipe E5 Canon MP145 menggunakan Bayclin

Prolog mau cerita dahulu. Beberapa hari ini printer Saya yang berjenis Canon Pixma MP145 rewel, tidak mau kerja ngeprint, padahal banyak tugas yang harus Saya selesaikan. Frustrasi? Sudah pasti, apalagi ditambah banyaknya tugas-tugas yang mendesak.

Setiap dihidupkan, di layar LED printer bertuliskan E dan 5, kalau mau ngeprint ada  peringatan di komputer bahwa kartij tinta printer yang digunakan tidak sesuai dengan printer. Aneh, padahal katrij tintanya bawaan asli printer. Memang sudah uzur sih, tetapi kemarin-kemarin masih bisa dibuat ngeprint berlembar-lembar tugas kok.

Masalah dimulai ketika tinta habis dan Saya menyuntikkan tinta botolan ke katrij-katrij tinta tersebut, setelah itu seperti biasa saya masukkan kembali ke tempatnya. Anehnya, setelah itu katrij tinta “tidak dianggap” oleh printer. Printer mogok, jangankan ngeprint, untuk proses scanning saja itu printer tidak mau. WTH going on!!.

Jadinya untuk masalah ini saya harus bertanya ke suhu-suhu secara tidak langsung lewat Mbah Google. Banyak yang merekomendasikan untuk melakukan langkah-langkah reset printer. Untuk caranya silahkan cek di: http://www.youcanbethehero.com/news/66/Reset-Cartridge-Error-E5-Canon-Pixma-MP145-MP160-MP180-MP190 ada lagi rekan dari blogger http://komputer-phd.blogspot.com/2010/02/reset-cartridge-error-e5-canon-pixma.html . Langkah-langkah resetter tersebut agak njelimet buat Saya dan coba-coba Saya ikuti. Eittt, its own risk yaa, resiko tanggung dewe dan ternyata setelah berkali-kali mencoba tetap saja gagal.

Semakin frustrasi, MP tools pun tidak membantu malah error, not responding. WTH with you everybody!!!. Error tetap sama E5 di layar LED printer dan ketidak cocokan kartij tinta dengan tipe printer ketika akan ngeprint.

Pusing-pusing coba-coba mengingat, paling penting dalam komputer adalah hardware dan software. Software (driver dan aplikasi printer sudah lengkap, malah ditambah mp tools yang jenisnya optional download lagi).

Mengerucut antara printernya sendiri dengan kartij. Printer sepertinya tidak masalah, kartijnya ini yang tidak bisa dibaca. Oke akan Saya bersihkan kartijnya.

1.       Nyoba-nyoba (lagi  -__-) membersihkan  kartij dari titik-titik tembaga yang seperti kabel gepeng itu, kali ini pake pemutih pakaian (Bayclin) sama tisu bersih, celup tisu di bayclin (hati-hati jangan sampai kena luka atau mata) peras sedikit. oles-oles di kartij titik-titik tembaga mirip kabel gepeng.

2.       Membersihkannya hati-hati yaa, satu tisu ber-bayclin untuk satu kartij, untuk kartij hitam (black) dan kartij berwarna (color).

3.       Setelah semua kartij dibersihkan, bersihkan juga head bagian bawah tempat kartij menyemprotkan tinta. Bersihkan perlahan-lahan anggap saja kartij itu pacar sendiri :p.


4.       Ternyata ketika membersihkan di bagian tembaga, tisu ber-bayclin saya sangat kotor. Terbukti umur printer yang uzur disertai perawatan yang “kemproh” membuat beberapa tinta ndemblok-ndemblok di bagian itu. (Kalau di foto sudah bersih, cuman reka ulang saja itu J).

5.       Setelah itu pasang kembali kartij di tempatnya semula, biarkan bekerja.

6.       Poin ini yang paling penting. Setelah kartij di tempatnya masing-masing. Tekan “on/off” agar printer mati dahulu, setelah itu tekan “on/off” agar printer hidup kembali atau istilahnya restart. Biarkan printer bekerja.

7.        Masih adakah tulisan “E5” di LED? Alhamdulilah, di printer Saya tulisan itu sudah hilang, diganti dengan tulisan “I” yang berarti printer sudah normal dan siap digunakan.


8.       Coba-coba tes print (pakai tugas saya). Ada peringatan lagi, namun kali ini bukan kartij yang tidak cocok, hanya pemberitahuan saja kartij telah diganti dan tinta ditambah, mungkin hasil print buruk. Whatever laah, klik “ok” dicoba print. Alhamdulilah bisa dan bagus hasilnya (untuk tulisan dan tabel-tabel).

9.       (optional) kalau dibuat test print masih tidak mau juga keluar tintanya, ketika akan ngeprint (Ctrl+p) pilih “properties” dan tekan menu “perawatan”, coba “deep cleansing”. Ketika itulah kartij dibersihkan sekaligus “dipaksa” agar tinta bisa keluar.

Bahan-bahan:
1.       Printer tidak ada masalah dengan softwarenya (Driver printer dan aplikasinya/MP navigator siiipp semua).
2.       Tisu bersih, pakai yang bagus jangan sampai mblubuti (sobek-sobek kalau dioles)

3.       Pemutih pakaian (Saya pakai merek Bayclin, punyanya itu) Alasan pakai pemutih pakaian? Karena “power”nya dalam mengatasi warna-warna di pakaian yang kelunturan sangat bagus. Kartij printer saya juga kemproh kena tinta berwarna warni “mungkin” dapat dibersihkan dengan bayclin.

Catatan:

1.       Own Risk yah bro n sist, resiko ditanggung sendiri. Saya cuman share pengalaman mengatasi eror ini di printer pribadi Saya J Alhamdulilah ternyata berhasil. Kalau Saya usul, coba dahulu resetter dengan software atau pakai mp tools, kalau tidak bisa juga yah nekat deh seperti Saya :p, kalau gak bisa juga silahkan dibawa ke ahlinya (tukang printer) atau beli baru, hehehe. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita semua J. Wassalamualaikum.

Rabu, 10 September 2014

Asyiknya Membaca


Kegiatan Membaca, khusunya membaca buku adalah kegiatan yang menurut Saya sangat mengasyikkan. Buku mungkin pada saat ini barang yang agak jadul yah, karena banyak buku-buku yang sekarang berbentuk file multimedia semacam pdf atau djvu, namun bagi Saya membaca buku yang paling asyik adalah buku biasa yang berbentuk fisik sebuah buku. Yokpo karepe? Maksudnya Buku yang paling Saya sukai adalah buku yang terdiri dari berlembar-lembar kertas dan halaman seperti lazimnya buku jadul itu, yang bisa ditekuk-tekuk, dan jarang bikin pedas di mata.

Sepertinya hobi membaca buku Saya ini gara-gara terpengaruh oleh ibu Saya yang dahulunya adalah salah seorang yang menyukai buku, sekarang ibu malah jarang (atau bahkan tidak sempat) membaca buku, beliau lebih suka melihat televisi. Semenjak kecil Saya dilangganani majalah Bobo, sebuah majalah anak-anak yang cukup terkenal pada masa itu. Majalah Bobo di mata Saya sewaktu kecil adalah majalah yang benar-benar  bagus, bahkan beberapa cerpennya sampai sekarang masih Saya ingat. Ada sebuah cerpen yang menceritakan  tentang keikhlasan seorang anak bernama Martha yang membantu sesorang dengan memberikan pakaiannya kepada anak yang sedang tertimpa musibah kebakaran dan menginap di rumahnya. Martha yang semulah “ogah-ogahan” akhirnya memberikan sebagian pakaiannya kepada anak tersebut, tak berapa lama Martha mendapat “berkat” dengan menerima pakaian yang dibelikan oleh tantenya yang jarang pulang ke rumah. Tante tersebut memberikan pakaian baru yang lebih banyak untuk Martha dan keluarganya. Mama si Martha pun memberi petuah kepada Martha ~ ikhlas dalam memberi akan mendapat balasan yang lebih baik dari Tuhan. Cerita ini sungguh indah dan sampai saat inipun masih Saya ingat.

Meningkat dari Bobo mulai membeli novel anak-anak agar bisa awet dibaca saat liburan sekolah, kisah yang paling seru adalah detektif . Pilihan Saya jatuhkan kepada “Lima Sekawan”nya Enid Blyton, memilih novel inipun gara-gara terpengaruh ibu yang katanya dahulu pernah punya koleksi novel itu. Dan ternyata, woilaaa..... novel ini memang sangat bagus. Cerita yang Saya miliki dari novel ini pertama kali berjudul “Ke Bukit Billycock”, sampai saat ini Saya masih ingat ketika Lima Sekawan melakukan perjalanan dari rumah ke Bukit Billycock mereka melewati padang rumput dengan pagar-pagar kayu dan bunga-bunga mentega yang tertiup-tiup angin. Melihat kalimatnya lalu dibayangkan, hemmbbbb.... benar-benar suasana yang sangat indah. Bersepeda berempat bersama saudara dan sepupu ditemani anjing mereka “Timmy” yang berlari-lari mengikuti ayunan pedal sepeda, melewati dataran hijau di daerah Inggris yang dibatasi oleh pagar-pagar bambu, diseberang pagar kayu bunga-bunga berwarna kuning mentega bergoyang-goyang tertiup angin sementara di kejahuan ladang tampak bintik-bintik kecil biri-biri yang sedang merumput di bukit hijau landai. Asyyiik.

Gara-gara kalimat-kalimat indah Lima Sekawan nya Enid Blyton, liburan sekolah selalu rutin diisi dengan novel ini. Beberapa waktu akrab dengan Lima Sekawan, tertarik juga pada novel “si paling badung” juga karya Enid Blyton. Menceritakan seorang gadis kaya bernama ”Elizabeth Allen” yang sangat badung sehingga suatu ketika Ia diberangkatkan ibunya untuk bersekolah di sekolah-asrama “Whytealeafe”, Elizabeth berujar ia kan bertindak sangat nakal sehingga Ia akan dikeluarkan dari sekolah, namun selama waktu berlalu, ternyata di sekolah itu Elizabeth menjadi lebih dewasa dan sangat mencintai almamaternya. Elizabeth pun akhirnya berubah dari seorang anak yang paling badung menjadi anak baik dan terpilih menjadi salah satu pengawas di sekolah tersebut. 


Asyiknya membaca buku adalah Kita bisa menjadi sutradara sekaligus memilih-milih pemainnya menurut imajinasi Kita masing-masing, tak jarang imajniasi kita juga “beterbangan” melintasi ruang dan waktu ke tempat lain sambil membayangkan indahnya tempat tersebut.

Membaca buku juga membuat kita haus. Haus apa? Haus dengan informasi-informasi yang terkait dan mendukung informasi yang ada dalam buku tersebut. Ada salah satu buku lokal Indonesia yang menurut Saya termasuk kelas masterpiece, Ia adalah buku “Atheis” karya Achdiat Karta Mihardja terbitan Balai Pustaka. Perkenalan pertama dengan buku ini sebetulnya dejavu sih, ketika itu saya masih kelas 2 atau 3 di SMA. Cukilan kisah dari buku ini sepertinya pernah menjadi bahan pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia, entah itu alurnya ataupun tokoh-tokohnya. Kalimatnya kalau tidak salah begini:

“kereta api merayap-rayap, seakan-akan segan ditumpangi orang atheis seperti kami. Dan ketika jalannya menanjak keluarlah keringatnya, mendesah-desah mengeluarkan uap dan asap, seakan-akan memeras tenaganya untuk maju terus.
Aku tertunduk di sudut gerbong. Sedang Anwar tak tentu lagi duduknya. Berpindah-pindah saja seperti lalat. Kebetulan sekali kereta itu agak lowong.”

Itulah salah satu potongan  kisah dalam roman “atheis” yang ada dalam buku paket SMA (tapi lupa kelas berapa). Setelah agak dewasa (seperti sekarang :3 gak terlalu dewasa macam si Anton, baca: tua :3) akhirnya Saya sudah bisa membeli roman atheis tersebut. Alhamdulilah kan. Ceritanya? Karena diatas Saya sudah katakan buku ini tergolong Masterpiece jadi ceritanya memang sangat bagus sekali (lima bintang). Secara garis besar roman ini bercerita mengenai kehidupan Hasan, seorang pemuda yang sedang tumbuh. Hasan berasal dari keluarga yang sangat taat beragama. Namun, hidup Hasan mulai berubah ketika Ia bekerja di Bandung dan berkenalan dengan Kartini dan Rusli. Kedua orang ini adalah orang-orang modern di mata Hasan, Rusli merupakan teman masa kecil Hasan yang saat ini menjadi bagian organisasi yang berafiliasi dengan ideologi Marxis. Rusli dan Kartini mempunyai gaya hidup yang bebas di mata Hasan, meski hubungan yang mereka katakan tak lebih dari sekedar hubungan kakak-beradik saja. Lama Hasan bergaul dengan kedua orang ini (Rusli dan Kartini) pandangan-pandangan Hasan mengenai ke-Tuhanan mulai berubah, Kerajinan ibadah Hasan mulai berkurang, ia mulai meninggalkan perintah agamanya  dan bergabung dengan Rusli dan Kartini. Selama bergabung dengan dua orang itu, Hasan berkenalan dengan Anwar dan teman-teman Rusli lainnya. Maka semakin dalamlah pandangan-pandangan Hasan terhadap ideologi baru ini meninggalkan pandangan hidup sebelumnya yang mengandalkan basis agama. Kehidupan Hasan semakin sulit ketika perbedaan pandangan itu diketahui oleh kedua orang tuanya yang menyebabkan ayahnya kecewa dan akhirnya meninggal dunia. Hasan akhirnya menikah dengan Kartini, namun Hasan merasa kurang nyaman karena hubungan Kartini dengan Anwar, Anwar adalah seorang pria penganggur yang menganggap hidup ini dapat dilaksanakan dengan sebebas-bebasnya tanpa adanya peraturan. Suatu ketika, karena kekalutan pikirannya sendiri Hasan menerobos jam malam jepang. Ia seperti gila mencoba mencari-cari istrinya (Kartini) yang telah bercerai dan diduga ada hubungan dengan Anwar. Ia pun ditembak Jepang dan dibawa ke markas Kanpetai (Polisi Militer Jepang) disitulah Hasan mengakhiri hidupnya. Huaaa sedih L, tetapi sebetulnya buku ini memang bagus. Latar belakang kisahnya adalah jaman Hindia-Belanda sampai jaman jepang akhir. Pak Achdiat mampu menceritakan penggambaran kota Bandung yang indah dengan baik sekali, jadinya Saya yang membaca seolah-olah ikut berpetualang bersama Hasan, Rusli dan Anwar. Kalau teman-teman suka membaca, roman ini patut menjadi salah satu koleksi di rak buku. Benar-benar gak rugi deh. Nanti saja secara lengkap buku ini Saya buat artikel sendiri, buku-buku lain (next project) yang mau Saya cari karena dejavu pernah baca lainnya adalah: Senyum Karyamin (cerpen atau kumpulan cerpen), Robohnya Surau Kami (Cerpen-Kumpulan cerpen)  dan Harimau!..Harimau! (pengarang Mochtar Lubis).


Eh, sebagai penutup artikel ini, Saya kasih tahu rahasia yah. Hahaha. Kalau teman-teman tinggal di daerah Malang Kota atau Kabupaten Malang dan senang dengan buku-buku novel. Beli deh di Toko Buku TogaMas-Dieng setiap hari Senin awal dan akhir bulan. Kalau niat mau beli novel atau buku cerita, lingkar-lingkarin saja tanggalan setiap senin awal dan akhir bulan. Dapet diskon tambahan loo.  Asyyik kan :3. Si Ayu (Ayu puspitaningrum) adik angkatan Saya juga kerja disana, pernah tak gudo dia agar 500rb gaji bulanannya ditukar saja dengan buku wong dia kerja di toko buku. Hwkwkwkw. And then,  Semoga hobi membaca Saya ini sampai nanti terus berkembang, sampai punya keluarga dan punya anak sendiri nantinya, pokoknya buku adalah salah satu kebutuhan. Direwang-rewangi nabung deh entar biar bisa beli buku per bulan sama susu anak. Cheeeers :3 

Selasa, 02 September 2014

Seneng lihat iklan Djarum 76 jin...... Pingin Eksis



Meskipun saya bukanlah perokok tapi melihat video iklan Djarum 76 terbaru ini buat Saya senang juga. Hanya ada dua kata untuk video ini. Cerdas dan kreatif. Mungkin benar yang dirasakan oleh pengusaha-pengusaha rokok di Republik Indonesia bahwa peraturan-peraturan tentang rokok terhadap industri penyumbang pajak yang besar tersebut semakin kesini semakin menyulitkan mereka. Dimulai dengan melarang memberi rokok kepada anak-anak kurang dari umur 18 (ini Saya sangat setuju) entah itu dia beli atas kemauan sendiri atau mungkin disuruh orang tuanya. Hehehe. Lalu Iklan yang ada di media massa dilarang menggunakan gambar yang ada rokoknya yang berarti iklan rokok tanpa adanya rokok yang ditampilkan, jual produk tanpa menampilkan produknya :p , cukup aneh tapi setuju juga deh. Terus ada peraturan nasional dan perda yang melarang merokok di tempat publik, perokok harus merokok di smoking area (Ini juga sangat setuju). Terus ada lagi peraturan terbaru saat ini yang menempelkan gambar seram serta peringatan merokok yang “memakan” 25% bidang bungkus rokok (ini juga Saya setuju) biar perokok mikir-mikir akibat rokok bagi dirinya dan lingkungannya. Berarti setuju semua dong? Memang iyaa. Horeeeee!!.



Karena peraturan-peraturan yang “aneh-aneh” tersebut pada industri ini mengakibatkan setiap produsen rokok mulai berfikir kreatif terhadap peluang bisnisnya. Salah satunya iklan yang saya sukai ini yang menceritakan bagaimana asal mula gambar orang yang sedang eksis di setiap bungkus rokok di Republik Indonesia ini.


Tersebutlah seorang pemuda setengah tua dengan wajah kucel sedang berjalan-jalan, di sebuah toko buah, dia menemukan dan menggosok lampu ajaib si jin. Jin keluar dan memberikan satu permintaan kepada orang tersebut. Si orang pingin terkenal dan fotonya eksis di seluruh Indonesia. Simsalabim si Jin pun mengabulkan. Bagaimana lucunya? Lihat sendiri deh tautan videonya dibawah ini. hohoho, selamat menonton ya.


Senin, 01 September 2014

Ilmu Baru Dunia Otomotif dari Blog-Blog Otomotif. Terimakasih :D



Sebagai seorang mahasiswa ilmu Akuntansi dan Ekonomi, ilmu otomotif meruapakan hal yang sangat baru bagi Saya dan mungkin teman-teman Saya yang lain. Padahal otomotif sendiri sangat dekat dengan kehidupan Saya. Saya sendiri mempunyai seorang paman yang sampai saat ini bekerja di dunia permesinan meskipun usianya sudah memasuki lanjut. Saya sebetulnya mau tidak mau juga harus bersentuhan dengan dunia otomotif ini karena Saya sudah mempunyai kendaraan pribadi yang wajib Saya rawat. Ada si Vega R (New vega-R tahun 2006), lalu ada lagi Megipret (New mega pro 2013), juga ada motor operasional kesukaan Bapak si Beat dua ekor (Honda Beat tahun 2010 dan 2013) belum lagi mobil-mobil milik bapak Saya macam si fredy (Honda Freed tahun 2012), si APV (Suzuki APV tahun 2006), dan mobil pribadi adik Saya Siska (Siska Dyah) yaitu si Atoz (Hyundai Atoz tahun 2000). Banyak yaa? Iya memang. Alhamdulilah bisa beli, tetapi memang sangat kebanyakan, jadinya mungkin nanti ada beberapa yang dilego. Beli barang memang mahal tapi merawat barang agar dapat digunakan dengan baik jauh lebih mahal bukan?

Ilmu adalah salah satu hal yang paling penting dalam mengarungi hidup ini, ilmu apapun itu. Oleh karena itu Saya sangat suka mempelajari ilmu yang dapat diaplikasikan langsung di hidup ini. Ketika sudah “dititipi” tunggangan itu, mau tidak mau Saya juga harus tahu sedikit-sedikit dan mengerti kondisi tunggangan Saya. Minimal Saya dapat merasakan keanehan apa dalam kondisi tunggangan Saya itu ketika “sakit” dan dapat memberikan hipotesis kemungkinan masalah pada parts tertentu, untuk bisa ngoprek sendiri secara langsung atau Do It Yourself katanya Ipan pertamax7 untuk kali ini saya hanya berani pada si Vega saja. Si Vega menjadi laboratorium sekaligus kelinci percobaan tangan-tangan Saya ini. Hehehe.


Paling penting ucapan terimakasih Saya yang tak terhingga Saya sampaikan kepada pengasuh blog-blog otomotif yang kebanyakan tergabung dalam sarekat Blog Jatimotoblog: Pak Haji Taufik di warung TMCBlog.com, Om Iwan di warung iwanbanaran.com, Ipan di warung Pertamax7.com, Pak Bons di Bonsaibiker.com, Om Yudi di YudiBatang.wordpress.com, Hilmi di warung MGLNblog.wordpress.Com (ane terpengaruh pasang kepet byson di megipret dari ente Bro, tenkyu :D) dan Om Azis di blog WarungDOHC.com. Karena share ilmu dari Om-Om ini selain juga di Klub Mega Pro chapter Kota Malang membuat saya mendapat ilmu baru yang bisa Saya manfaatkan dalam kehidupan Saya sehari-hari, minimal kepada tunggangan Saya sendiri laa.

Saya sangat merekomendasikan orang-orang yang awam otomotif macam Saya sendiri untuk membaca blog-blog diatas, minimal kita menjadi dapat memahami tunggangan kita sendiri Bro! Selain itu blog-blog otomotif diatas juga selalu mengupdate hal-hal baru mengenai dunia permotoran jadinya kita tidak kudet/kurang update. Sebelum produk baru motor muncul, biasanya blog-blog diatas selalu memberikan berita perkembangan produk yang akan muncul, renderan gambar parts yang akan muncul, dan spy shot pengetesan motor baru di jalan. Benar-benar oke pokoknya. Selain itu artikel-artikel yang paling penting adalah mengenai masalah yang mungkin terjadi pada motor kita dan cara ngopreknya sendiri. Di warungnya Ipan Pertamax7.com banyak artikel DIY (Do It Yourself) yang berisi cara-cara mengatasi masalah pada motor, mulai dari bocornya tangki motor sport, ganti bohlam sampai cara melem plastik dengan menggunakan abu campur lem kuat (alteco). Sedangkan di warungnya Om Aziz di WarungDOHC.com saya dapat melihat cara oprek karburator dan oprek-oprek bagian mesin, meskipun Saya sampai saat ini belum berani melakukannya, tapi ilmu ini tetap Saya simpan. Terimakasih Om :D. Di warungnya Hilmi di MGLNblog.wordpress.com ada apa? Banyak hal-hal kreatif dan racun-racun modif ditebar khususnya untuk new megapro, tunggangan sehari-hari kita kan sama-sama si megipret alias GL 150 RR.


Akhir kata lewat tulisan ini saya sangat berterimakasih kepada pengasuh blog-blog otomotif besar diatas atas share infromasi dan ilmunya. Semoga blog-blog tersebut terus hidup dan berkarya dalam independensi informasi dan semangat menge-share ilmunya. Terimakasih Om-Om sekalian.

Masha and the Bear si Film Rusia


Beberapa bulan ini ANTV sukses menjadi pelopor acara-acara TV anti mainstream. Setelah sebelumnya acara TV kebanyakan sinetron, diganti acara dangdut plus joget-joget, lalu ada lagi acara banyolan-banyolan aneh-aneh. ANTV sukses menarik perhatian pemirsanya dengan film anti mainstream macam film epik Mahabarata yang memang keren banget ceritanya khususnya pemainnya, yang paling menjadi favorit Saya tentu saja pemeran Dewi Madrim yang sayangnya harus take shoot sebentar saja di beberapa film awal karena harus mengikuti alur cerita ikut meninggal bersama Raja Pandu. Padahal cakep banget pemeran Dewi Madrim itu. Entah siapa namanya, hadeeeee. Lalu film kedua yang anti mainstream adalah sebuah film kartun dari Rusia. Film apalagi lagi kalau bukan Masha and the bear. 

Film Masha ini adalah film yang berkisah tentang persahabatan beruang mantan pemain sirkus dengan seorang anak kecil yang benar-benar imut. Beruangnya dipanggil Mischa yang dalam bahasa Rusia berarti beruang, sedangkan si anak kecil itu bernama Masha. Jika dilihat-lihat memang film ini bernuansa “sangat Rusia”. Beruang adalah binatang kebanggaan bagi penduduk Rusia meskipun lambang negara Rusia tidak menggunakan binatang ini, tetapi beruang dianggap sebagai salah satu simbol kebanggaan dari bangsa Rusia. Hal ini tidak terlalu mengherankan jika melihat letak geografis dataran Rusia yang memanjang sampai ke utara di wilayah artik tempat hidup beruang salju atau polar bear. Jangan lupakan pada jaman Rusia dahulu yang masih bernama Uni Soviet sebutan bagi negara ini selain negara “tirai besi” adalah negara “beruang merah”. Beruang lagi beruang lagi kan.

Ketika melihat bentuk fisik si beruang dalam film ini, Saya jadi teringat dengan salah satu sekretaris jendral komunis di masa Uni Soviet dahulu. Namanya adalah Om Brezhnev (Leonid Brezhnev). Bentuk fisik yang paling mirip adalah alis mata si beruang yang benar-benar mirip dengan alis mata om Breznev ini. alis mata Om Brezhnev bentuknya tebal mirip ulat bulu (maaf ya Om emang bentuk e ngunu :p) persis sama dengan alis mata si beruang.

Lalu  si Masha. Wajahnya memang benar-benar orang Rusia dengan mata hijau-hitam dengan rambut pirang dan kulit putih bersih, namun biasanya ada sedikit bintik-bintik merah di sekitar pipi dan dahinya. Wajah Masha ini mengingatkan saya pada salah satu petenis kebanggaan Rusia, namanya Mbak Sharapova (Maria Sharapova). Mungkinkah Masha dibuat berdasarkan gambaran fisik Mbak Sharapova ketika kecil? Mungkin saja. Namanya pun hampir-hampir mirip. Lihat saja MASHA sama dengan MAria SHArapova. Nah benar kan. Hehehe. Pakaian Masha yang imut ini pun mencerminkan budaya Rusia, pakaian sehari-hari Masha adalah pakaian lengan panjang dengan rok terusan ditambah dengan penutup kepala yang mirip dengan jilbab di budaya kita, di Rusia kain penutup kepala seperti itu disebut sebagai Babuska. Jadi ingat Babuska Lady dalam kisah John F. Kennedy. Hiii serem kisahnya.

Oke kembali lagi ke Film Masha and the Bear. Film ini Saya rasa berhasil mengangkat dan mengenalkan budaya Rusia di indonesia, keberhasilannya sama seperti film Upin dan Ipin yang sukses juga mengenalkan budaya melayu (khususnya Malaysia) di Indonesia. Tokoh-tokoh tenar macam P. Ramlee dan Azis Satar yang merupakan pemain film legendaris asal Malaysia penah muncul juga dalam serial ini. Padahal Saya sendiri baru tertarik melihat potongan-potongan film P.Ramlee gara-gara Ahmad Dhani membawakan lagi lagu “madu tiga” yang asyik-aneh itu :D.

Di film Masha and the Bear pun selain budaya dari Rusia yang ditampilkan dan dicoba “diangkat”. Lagu-lagu dari Rusia pun seringkali disajikan dalam film ini. Saya belum tahu apakah film Masha and the Bear yang menceritakan tentang liburan si beruang (Mischa) dengan kereta api yang harus gagal karena “repotnya” si Masha dalam mempersiapakan segala sesuatunya pernah ditayangkan di ANTV? Tapi di youtube ada kok, coba nanti cari sendiri ya. Judulnya gak tahu soalnya pakai bahasa Rusia. Hehehe. Disitu ada “lagu wajib” milik Rusia yang berjudul “Farewell of Slavinka”. Farewell of Slavinka adalah lagu wajib Rusia yang dimainkan pada jaman perang dunia kedua dahulu kala (gegeran antara Om Stalin dan Om Hitler) untuk mengantarkan para pejuang ke medan pertempuran. Lagu ini sangat patriotik dan nadanya mudah diingat, karena itu ketika lagu ini dimainkan oleh teman-teman Masha (si Kambing, si babi, dan si anjing) untuk mengantarkan Masha dan beruang yang akan liburan dengan menggunakan kereta api saya pun langsung mengenalinya.


Kalau nanti film Masha and the Bear terus eksis, saya tidak kaget jika tiba-tiba nanti (mungkin) muncul anak laki-laki dengan rambut pirang jabrik, muka putih bersih agak berbintik kemerah-merahan  dengan mata agak sipit dengan nama ASHA yang (mungkin lagi) menjadi tandem dari Masha. Gambaran siapakah itu? Tentu saja si Andrey Arshavin pemain bola terkenal asal Rusia. Hehee. Mungkin loo.

nb gambar: 4.bp.blogspot.com, fansshare.com, Russiapedia.com

Jumat, 15 Agustus 2014

Akuntansi Marxistme, Paradigma Kritis Politik-Ekonomi


Di jurusan Akuntansi FEB UB (Universitas Brawijaya) yang menggunakan pola pikir pendekatan ilmu Ekonomi dengan metode multiparadigma, pendekatan ekonomi tidak hanya dilihat dari segi bisnis dan tekniknya, melainkan juga dapat didekati dengan ilmu lain. Tidak salah multiparadigma ini telah melahirkan anak-anak Akuntansi dengan pendekatan-pendekatan yang terkadang tidak umum (atau aneh-aneh ?); Akuntansi dalam proses resepsi pernikahan, Akuntansi dengan ideologi Pancasila, Akuntansi dengan pendekatan pemikiran agama. adalah salah satu contoh ilmu-ilmu peranakan yang lahir dari jurusan ini. Jurusan Akuntansi FEB UB tidak pernah menghalangi pemikiran-pemikiran baru yang segar terkait dengan Akuntansi. Contohnya saja ketika Mahasiswa, Saya yang saat itu tergila-gila dengan Karl Marx dan ideologi Marxistmenya, langsung membuat judul makalah untuk tugas Saya “Akuntansi Marxistme” dengan tambahan sub-judul ”Paradigma Kritis Politik-Ekonomi”. Benar-benar wahhh!! judulnya.

 Sama seperti judulnya, Akuntansi Marxistme dalam pemikiran Saya yang mengembara, Saya jadikan sebagai peran “antagonis” yang bersebrangan dengan musuh besarnya yakni Akuntansi “murni” yang merupakan anak dari ideologi  Kapitalisme. Dalam pengembaraan pikiran Saya ketika itu, Saya umpamakan Indonesia yang menggunakan dasar Marxistme sebagai ideologi utamanya. Dengan menggunakan dasar Marxistme sebagai ideologi utama, maka tidak ada kepemilikan pribadi dan kepemilikan swasta. Maka tidak ada lagi Aset milik Swasta, semua milik Republik Rakyat Indonesia (Nama yang Saya berikan kepada Indonesia di makalah Saya).

Persamaan dasar pencatatan Akuntansi yakni; ASET=KEWAJIBAN+EKUITAS masih saya gunakan sebagai dasar pencatatan Akuntansi Marxistme Saya. Karena dilihat dari persamaan diatas, masih sangat relevan jika dianggap sebagai berikut: Akun ASET saya umpamakan sebagai Akun keluaran (output) sedangkan Akun Kewajiban dan ekuitas adalah akun masukan (input) yang merupakan sumber-sumber pemasukan perusahaan. Secara umum Saya juga masih menggunakan pencatatan akuntansi secara Akrual (Accrual system)  yang berarti mencatat ketika terjadinya transaksi, berbeda dengan pencataan dengan metode kas (cash system) yang berarti Saya mencatat bukan ketika terjadi transaksi yang kemungkinan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, melainkan mencatat ketika Saya telah menerima Kas.

Aset dan Kewajiban menjadi pos biasa yang tidak berbeda dengan Akuntansi “murni” hasil didikan dari kapitalisme. Sedangkan akun ekuitas adalah akun yang sangat berbeda dikarenakan tidak ada kepemilikan lain selain kepemilikan milik negara. Berarti hanya ada satu pihak yang berada di akun Ekuitas tersebut, yakni Republik Rakyat Indonesia. Sama seperti kepemilikan perusahaan perseorangan namun perseorangan tersebut diganti dengan negara yang mengurusnya seorang diri. Lucu bukan? Selain nilai-nilai moral marxistme yang Saya harapkan berkembang di masyarakat, pada masa tersebut dalam masa pengembaraan pemikiran Saya. Semua keluaran yang masuk kategori Aset merupakan kepunyaan negara dan negara berhak meminta pinjaman kepada bank-bank ataupun pihak-pihak yang bermodal dengan menggunakan akun kewajiban, namun tidak boleh ada yang menggeser kepemilikan negara dalam perusahaan tersebut. Cukup aneh dan mungkin hanya bisa dicapai dalam utopia (mimpi tertinggi) kehidupan setiap orang-orang marxist atau sosialis saja.

Catatan yang Saya berikan dalam makalah itu adalah Marxistme ketika itu sudah mengakar dan berjalan seiring-sejalan dengan kehidupan Republik Rakyat Indonesia. Revolusi itu melahirkan sebuah dunia baru dengan rakyat dan budaya yang Marxist oriented. Akuntansi “murni” sebagai peranakan ilmu dari upaya dan budaya Kapitalisme untuk melakukan pencatatan dan pelaporan proses bisnis yang baik akan digantikan dengan Akuntansi Marxistme yang juga mempunyai “tugas pokok” serupa, namun dalam atmosfer kehidupan Marxistme. Ketika Saya baca-baca sekarang makalah itu ternyata lucu juga yah. Yahh,,,yah itulah salah satu catatan kisah kehidupan yang memang harus kita jalani. Kalau dipikir-pikir sekarang apakah tulisanSaya mengenai Akuntansi Marxist itu relevan dan dapat diaplikasikan di dunia ini, entahlah. Tetapi proses pengembaraan pikiran dan proses brainstroming di pikiran itulah yang menyenangkan dan ngangenin sampai sekarang